Nasional

Kejagung Buka Kans Periksa Sandra Dewi terkait Kasus Korupsi IUP PT Timah

Quantavillage.com – JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka potensi memeriksa aktris Sandra Dewi di tindakan hukum dugaan korupsi tata niaga timah IUP PT Timah Tbk. Diketahui Hervey Moeis suami Sandra Dewi terseret pada persoalan hukum yang dimaksud juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan tidaklah menghentikan kemungkinan Sandra Dewi akan diperiksa di perkara yang tersebut menyeret suaminya tersebut. “Ya tak menangguhkan kemungkinan juga akan dipanggil kemudian diklarifikasi,” kata Ketut di dalam Kejagung, Rabu (3/4/2024).

Namun demikian, pemanggilan Sandra Dewi ke Kejagung itu tergantung dengan alat bukti yang dimaksud ada. Jika ditenukan fakta hukum untuk melakukan pemeriksaan pihaknya bukan segan memanggil Sandra Dewi. “Semua tak ada yang digunakan bukan mungkin, sepanjang ada fakta hukumnya ada alat bukti yang mengarah kesana pasti kita akan periksa,” tambahnya.

Sekadar informasi, suami Sandra Dewi, Harvey Moeis ditetapkan terdakwa pada Rabu, 27 Maret 2024 oleh Kejagung. Harvey berperan sebagai perpanjangan tangan dari PT Refined Bangka Tin (RBT) pada persoalan hukum ini.

Awalnya, Harvey menghubungi eks Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) untuk mengakomodir pertambangan liar di dalam wilayah IUP PT Timah sekitar 2018-2019.

Kemudian, untuk melancarkan aksinya pada melakukan kegiatan pertambangan yang diduga ilegal itu, Harvey melakukannya dengan seolah olah menyewa peleburan ke PT Timah.

Selanjutnya, Harvey Moeis meminta-minta beberapa orang perusahaan smelter ini untuk menyisihkan keuntungan yang dimaksud dihasilkan untuk meng-cover dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sarana dan juga prasarana dana CSR itu dikelola melalui Manager PT Quantum Skyline Exchange (QSE) Helena Lim yang mana sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button