Ekonomi

Infrastruktur Hancur, Daerah Gaza Telan Kerugian Rp295 Trilyun Akibat Kebiadaban negeri Israel

Quantavillage.com – JAKARTA – Bank Bumi (World Bank) merilis laporan terbaru serangan militer negeri Israel di dalam Jalur Wilayah Gaza telah dilakukan menghancurkan infrastruktur senilai USD18,5 miliar atau Rp295 triliun setara dengan output ekonomi selama satu tahun di area wilayah Enklave yang dimaksud lalu Tepi Barat. Informasi yang disebutkan dirilis pada Selasa (2/4) menguraikan dampak ekonomi yang dimaksud menyedihkan.

Gaza sudah berada pada bawah blokade sejak dimulainya perang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tanah Israel menjaga dari pengiriman bantuan kemanusiaan yang mana menyebabkan terjadinya bencana kelaparan di dalam Gaza. Temuan yang dimaksud memberikan salah satu penilaian paling rinci mengenai kehancuran yang dimaksud diakibatkan oleh kampanye militer yang dilancarkan tanah Israel beberapa hari pasca militan kelompok Hamas menyerang bagian selatan negara itu pada 7 Oktober lalu menewaskan sekitar 1.160 orang.

Kementerian Bidang Kesehatan di tempat Kawasan Gaza yang tersebut dikelola gerakan Hamas melpaorkan negara Israel sudah pernah menewaskan sedikitnya 32.900 orang di tempat Wilayah Gaza sebagian besar perempuan juga anak-anak. Awal Menteri (PM) negeri Israel Benyamin Netanyahu mengungkapkan tidak ada akan berhenti melancarkan serangan ke Kawasan Gaza meskipun telah dilakukan ditentang sejumlah negara sekutu salah satunya Amerika Serikat (AS).

Gedung Putih telah dilakukan memberi peringatan untuk negara Israel mengenai rencana serangan dalam Pusat Kota Rafah, Daerah Gaza selatan, yang digunakan berpenduduk 1,5 jt jiwa. Bahkan ebagian besar dari dia mengungsi akibat perang. Keluarga-keluarga sandera negara Israel yang mana ditahan pada Kawasan Gaza mengecam Netanyahu sebagai ‘pengkhianat’ oleh sebab itu kemarahan melawan penanganannya terhadap konflik yang disebutkan memicu berunjuk rasa massa selama empat di malam hari berturut-turut.

Melansir CNA, ribuan orang berkumpul di tempat depan parlemen negara itu dengan keluarga-keluarga sandera serta mantan PM negeri Israel Ehud Barak menyalahkan Netanyahu melawan bencana pada 7 Oktober lalu juga mendesak diadakan pemilihan umum.

Australia juga mengecam kebiadan negeri Israel menyerang Badan amal bantuan makanan World Central Kitchen yang digunakan sedang membantu dalam Gaza. Serangan yang disebutkan menghantam konvoi merek ketika meninggalkan sebuah gudang di tempat Perkotaan Deir al-Balah, Gaza, lalu menewaskan tujuh orang termasuk staf dari Australia, Inggris, Palestina, Polandia kemudian Amerika-Kanada.

PM Australia Anthony Albanese telah lama berbicara dengan Netanyahu melalui telepon menyampaikan kemarahan menghadapi kematian warga negara Australia, Zomi Frankcom. Dia menyatakan terhadap negeri Israel kematian individu pekerja bantuan Australia di dalam Kawasan Gaza oleh serangan udara tanah Israel sebagai tindakan biadab dan juga mengungkapkan negara Israel akan terus kehilangan dukungan kecuali jikalau mereka itu mengubah arah kebijakan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button