Otomotif

Tanpa Harus Berhenti, Negeri Paman Sam Kembangkan Cara Baru Isi Daya Kendaraan Listrik

Quantavillage.com – NEW YORK – Sekelompok insinyur dari Universitas Purdue juga Departemen Transportasi Indiana berada dalam mengembangkan cara baru untuk mengisi daya kendaraan listrik. Nantinya, pengisian daya dapat diadakan tanpa harus berhenti.

Digawangi oleh Haddock, Nadia Gkritza, Dionysios Aliprantis, juga Steve Pekarek, pengembangan diadakan dengan berusaha mencapai kendaraan listrik bisa jadi diisi dayanya segera di tempat jalan raya menggunakan teknologi nirkabel.

Mereka ketika ini sedang sibuk mengerjakan bagian jalan raya yang dapat mengisi daya kendaraan listrik, bahkan semitruk listrik, pada waktu mereka itu melaju dengan kecepatan 65 mph, menyampaikan dari Business Insider, Selasa (2/4/2023).

Dalam pengumuman resminya, pembangunan jalan raya yang dapat mengisi daya kendaraan listrik telah terjadi dimulai sejak Hari Senin kemarin dalam bagian uji seperempat mil US Route 231/Route 52 di area West Lafayette, Indiana.

Teknologi yang dimaksud sedang dipatenkan ini bekerja dengan mengandalkan kumparan pemancar yang dipasang di dalam bawah trotoar jalan raya. Kumparan yang disebutkan kemudian mengirimkan energi melalui medan magnetik ke kumparan penerima yang dimaksud dipasang dalam bawah kendaraan listrik.

Karena kumparan penerima ini punya fungsi penting, produsen harus menyematkannya ke pada hasil mereka, atau pemilik kendaraan listrik perlu melengkapi kendaraan mereka dengan perangkat tersebut.

Untuk diketahui, sistem pengisian daya kendaraan listrik nirkabel seperti ini sebenarnya bukanlah barang baru. Tetapi sistem Purdue ini unik sebab memiliki daya yang dimaksud cukup untuk mengisi daya semitruk.

Meskipun jalan-jalan lain sudah dialiri listrik (seperti di tempat Detroit), proyek ini menandai pertama kalinya diuji baik di dalam jalan raya maupun pada semitruk listrik. Inisiatif percontohan akan mulai menguji teknologi yang dimaksud pada Mei 2025 pasca instalasi selesai.

Selama tahap pengujian, para peneliti akan mempelajari, bagaimana cuaca buruk mempengaruhi proses pengisian, dan juga apakah retakan di dalam trotoar menyebabkan masalah. Tim menyatakan merekan berharap dapat melistriki sebagian jalan antar negara bagian Indiana di empat atau lima tahun ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button