Nasional

Divonis 10 Tahun Penjara, Hal ini yang mana Memberatkan Andhi Pramono

Quantavillage.com – JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Ibukota Pusat, Djuyamto membacakan vonis terhadap terdakwa Eks Kepala Bea kemudian Cukai Makassar, Andhi Pramono melawan perkara dugaan gratifikasi senilai Rp58,9 miliar selama 10 tahun penjara serta denda senilai Rp1 miliar.

Ia mengatakan perbuatan terdakwa tak membantu acara pemerintah pada pencegahan tiada pidana korupsi hingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pajak.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tak membantu inisiatif pemerintah pada pencegahan lalu pemberantasan langkah pidana korupsi, perbuatan terdakwa sudah menghurangi kepercayaan rakyat atau warga terhadap institusi pajak lalu terdakwa tidak ada mengakui perbuatannya,” kata Djuyamto pada waktu membacakan vonis, Hari Senin (1/4/2024).

Kendati demikian, Djuyamto perilaku sopan terdakwa AP dan juga belum pernah menjalani hukuman menjadi hal yang digunakan meringankan.

“Hal yang mana meringankan terdakwa berlaku sopan di area persidangan dan juga terdakwa belum pernah dihukum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Andhi Pramono dijatuhkan vonis 10 tahun bui lalu denda Rp1 miliar yang digunakan dibacakan Majelis Hakim Djuyamto di tempat Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Pusat pada Awal Minggu (1/4/2024) pagi.

“Mengadili satu, menyatakan terdakwa Andhi Pramono sudah terbukti secara sah lalu meyakinkan melakukan perbuatan pidana korupsi sebagaimana disampaikan Penuntut Umum,” kata Djuyamto ketika membacakan vonis.

“Dua menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andhi Pramono dengan pidana penjara selama 10 tahun lalu pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan tak dibayar denda diganti pidana kurungan enam bulan,” tambahnya.

Sementara itu, JPU pada KPK mendakwa mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono menerima gratifikasi dengan total nilai Rp58,9 miliar yang dimaksud terdiri dari mata uang rupiah juga mata uang asing.

“Bahwa Terdakwa sejak tanggal 22 Maret 2012 sampai dengan tanggal 27 Januari 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu antara tahun 2012 sampai dengan tahun 2023, telah lama menerima gratifikasi dalam bentuk uang seluruhnya berjumlah Rp50.286.275.189,79 (Rp50,2 miliar) serta USD264,500 atau setara dengan Rp3.800.871.000,00 (Rp3,8 miliar) dan juga SGD409,000 atau setara dengan Rp4.886.970.000,00 (Rp4,8 miliar) atau sekira total tersebut,” kata JPU ketika membacakan dakwaan di dalam ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri DKI Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2023).

“Yang berhubungan dengan jabatannya lalu yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, yakni berhubungan dengan jabatan Terdakwa selaku Pegawai Negeri pada Direktorat Jenderal Bea dan juga Cukai,” sambung JPU.

Jika ditotalkan, jumlah agregat mata uang rupiah lalu asing itu senilai Rp58.974.116.189. Jumlah tersebut, Andhi terima dari 2012 pada waktu beliau ditunjuk menjadi Pj. Seksi Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea juga Cukai Riau kemudian Sumatera Barat hingga 2023 pada waktu ia menjabat Kepala Kantor Pengawasan lalu Pelayanan Bea serta Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Makassar pada tahun 2021-2023.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button