Otomotif

Bawa Barang Secukupnya Saat Mudik Lebaran, Hindari Roof Box Jika Tak Perlu

Quantavillage.com – JAKARTA – Mudik Lebaran menggunakan mobil pribadi jadi pilihan sebagian besar rakyat Indonesia. Namun, ada batas ideal untuk mengakibatkan barang agar bukan mengganggu visibilitas lalu keseimbangan kendaraan.

Disarankan, pemudik mengakibatkan satu koper maksimal berukuran 32 inci untuk memuat barang bawaan pribadi maupun keluarga. Hal ini akan memproduksi bagasi tambahan lengang sehingga tidak ada mengganggu penumpang.

Menggunakan mobil pribadi untuk mudik lebaran dianggap tambahan efisien, khususnya bagi merekan yang digunakan memiliki keluarga besar. Tapi, terkadang para pemudik mengesampingkan keamanan dengan mengakibatkan barang berlebihan pada kendaraan mereka. Padahal, mengakibatkan barang melebihi kapasitas kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Sebab, daya pengereman mobil akan berkurang lantaran bobot yang mana berlebihan kemudian akan sulit dikendalikan lantaran berkurangnya keseimbangan. “Bawa Barang secukupnya, kalau mampu hanya sekali ada dalam bagasi kendaraan. Tidak overload atau over dimensi,” kata Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) untuk SINDONews.

Sony mengimbau untuk para pemudik dengan menggunakan mobil pribadi agar tak mengakibatkan barang di area atap kendaraan. Apabila pada keadaan terpaksa, pastikan untuk menempatkan barang yang mana ringan.

“Untuk menjaga keseimbangan kendaraan, pastikan barang-barang yang ringan. Hal ini ditujukan agar titik berat kendaraan tetap memperlihatkan berada di tempat bawah sehingga mobil tidak ada mudah kehilangan kendali ketika bermanuver,” ujarnya.

Bawa Barang Secukupnya Saat Mudik Lebaran, Hindari Roof Box Jika Tak Perlu

Membawa barang di area atap juga memiliki aturan, sehingga pemudik tak sanggup sembarangan menempatkan sesuatu di dalam atap kendaraan.

Sony menegaskan, mobil perlu dipasangi roof box apabila ingin menyebabkan barang pada atap demi menghindari sesuatu yang tersebut tak diinginkan.

“Kalau mau pakai roof box boleh, asalkan pakai penutup dan juga diikat menggunakan lashing, tidak tali plastik atau tali tambang. Kemudian tinggi barang bawaan yang digunakan ditaruh di tempat atap itu maksimal 40 cm, tidaklah boleh lebih,” tuturnya.

Penggunaan roof box juga harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan dimensi kendaraan agar tak menyalahi aturan. Sebab, memasang perangkat tambahan yang dimaksud bisa saja dianggap melanggar rancangan teknis kendaraan sesuai peruntukannya.

Memasang roof box secara sembarangan mampu terancam dikenakan sanksi sesuai Pasal 285 ayat (2) UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, yang mana mampu dipidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling berbagai Rp500.000 (lima ratusriburupiah).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button