Ekonomi

OJK Jelaskan Duduk Perkara ITB Bolehkan Ajukan Pinjol Buat Bayar Kuliah

Quantavillage.com – Kerja sebanding Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan salah satu platform digital pinjaman online (pinjol) untuk membantu siswa membayar uang kuliah menghasilkan heboh publik.

Sampai-sampai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil jaringan pinjol PT Inclusive Finance Group (Danacita) untuk mengklarifikasi perihal tersebut.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan serta Komunikasi Aman Santosa mengatakan, setelahnya adanya pemanggilan, Danacita telah terjadi melakukan kerja sejenis dengan ITB di rangka penyediaan sarana pendanaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk peserta didik ITB.

Sebagai informasi, Danacita merupakan Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Pengetahuan (LPBBTI) yang digunakan telah lama memperoleh izin (legal) dari OJK tanggal 2 Agustus 2021 dan juga memiliki perusahaan utama memberikan layanan pembiayaan pendidikan.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPRS Mojo Artho Pusat Kota Mojokerto

“Kerja serupa yang disebutkan dijalankan di rangka memberikan pilihan jalan meninggalkan bagi peserta didik yang kesulitan melakukan pembayaran UKT,” kata beliau pada keterangan tercatat yang dimaksud dikutip, Hari Sabtu (27/1/2024).

Aman melanjutkan, pinjaman baru diberikan apabila terdapat pengajuan dari peserta didik yang mana bersangkutan juga sudah pernah melalui proses analisis kelayakan oleh Danacita.

Berdasarkan penelitian OJK khasiat kegiatan ekonomi (suku bunga) yang dikenakan oleh Danacita telah lama sesuai dengan SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2023.

Danacita juga menyampaikan bahwa kerjasama Danacita dengan ITB di bentuk prasarana pembiayaan peserta didik tidak yang digunakan pertama kali, namun hal yang disebutkan juga telah lama dilaksanakan dengan perguruan tinggi lainnya.

“Sebagai tindakan lanjut, OJK telah dilakukan meminta-minta Danacita untuk tetap saja memperhatikan aspek kehati-hatian kemudian transparansi di penyaluran pembiayaanya dan juga lebih lanjut meningkatkan edukasi terhadap siswa mengenai hak kemudian kewajiban konsumen, termasuk aspek risikonya lalu seluruh aspek pelindungan konsumen lainnya. Secara periodik OJK akan memantau pelaksanaan hal-hal tersebut,” pungkas Aman.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button