Nasional

LENGKAP! Isi Wawancara Prabowo Subianto Dengan Majalah Newsweek, Beberkan Rencananya Untuk Indonesia

Quantavillage.com – Menteri Defense RI yang tersebut juga capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menjelaskan beberapa jumlah rencananya mengatur Indonesia apabila terpilih menjadi Presiden RI di tempat pemilihan raya 2024 mendatang. Hal ini ia katakan pada wawancara eksklusif dengan majalah selama Amerika Serikat Newsweek.

Sebagaimana disitat dari laman Newsweek, Selasa (23/1/2024), wawancara dengan Prabowo dimuat pada 8 Januari 2024 lalu. Kepada media Negeri Paman Sam tersebut, Prabowo menjawab beberapa pertanyaan terkait peran Indonesia pada kancah internasional. Termasuk terkait konflik pada Wilayah Gaza hingga Ukraina.

Di sisi lain, majalah jika Negeri Paman Sam itu mengatakan jelang pemilihan pada 14 Februari 2024, Prabowo menikmati keunggulan yang digunakan kuat melawan dua pesaing utamanya, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo disebut secara khusus menekankan komitmennya untuk memulai pembangunan pertahanan kemudian keamanan.

Mengawali tulisan wawancara eksklusifnya, Newsweek juga mengulas sosok Prabowo yang tersebut tidak tanpa kontroversi. Mantan komandan pasukan khusus ini menjauhkan diri dari pengabdiannya di tempat bawah warisan ayah mertuanya yang digunakan terpolarisasi, mendiang penguasa lama Suharto, yang mana digulingkan dalam sedang kerusuhan rakyat pada tahun 1998 setelahnya lebih banyak dari tiga dekade berkuasa.

“Namun meskipun ia pernah diasingkan dari Indonesia lalu dilarang masuk Amerika Serikat, Prabowo sudah mendapatkan persetujuan dari para pemangku kepentingan utama di tempat pada serta luar negeri. Ia saat ini mencap dirinya sebagai orang yang dimaksud akan mengantarkan era baru bagi Indonesia yang terkenal sebagai negara non-blok dalam berada dalam krisis mendalam yang dimaksud mengguncang tatanan internasional juga meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan juga Tiongkok yang digunakan mengancam akan mengganggu stabilitas wilayahnya sendiri,” tulis Newsweek.

Berikut hasil wawancara eksklusif Newsweek dengan Prabowo Subianto:

Newsweek: Sebagai menteri pertahanan serta kandidat terdepan pada pemilihan presiden pada waktu ini, Anda menekankan peningkatan keamanan kemudian menjaga hubungan internasional yang digunakan tambahan kuat. Bagaimana Anda menggambarkan media pemilihan umum Anda kemudian mengapa para pemilih yang tinggal di area salah satu negara terbesar dalam dunia harus memilih Anda sebagai kepala negara berikutnya?

Prabowo: Ya, meningkatkan keamanan adalah salah satu poin penting dari platform digital saya. Saya telah lama menunjukkan komitmen saya terhadap pasukan militer serta keamanan yang mana dikelola dengan baik juga dilengkapi dengan baik sebagai Menteri Pertahanan. Tentu sekadar hal ini akan terus berlanjut. Memang benar, pembangunan ekonomi pada kapasitas lalu kemampuan juga modernisasi angkatan bersenjata lalu pasukan keamanan kita akan meningkat.

Namun saya melarang pendekatan yang lebih banyak luas terhadap keamanan dibandingkan penanaman modal di dalam bidang militer kemudian pertahanan. Tentu saja, kita memerlukan militer kuat yang tersebut siap dan juga mampu mempertahankan setiap inchi wilayah kita lalu menghadapi tantangan keamanan di area zaman kita. Tapi apakah itu cukup jikalau kita tak bisa saja menjamin kemandirian pangan, energi, kemudian air? Saya kira bukan demikian.

Apa itu cukup? Apakah hal yang dimaksud akan berkelanjutan apabila kita tak memperluas basis sektor kita, apabila kita bukan berinvestasi pada sumber daya manusia kita, di mengentaskan mereka dari kemiskinan, di menyediakan institusi belajar lalu kondisi tubuh juga peluang, apabila kita tiada meningkatkan kohesi publik kita dengan memupuk keharmonisan antar negara. semua kelompok etnis serta agama?

Apakah itu cukup apabila Indonesia tidaklah menjadi lebih banyak tegas pada kebijakan luar negerinya, secara bilateral atau multilateral melalui keterlibatannya di area PBB, OKI [Organisasi Kerjasama Islam], ASEAN [Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara], dll., dan juga lebih tinggi responsif terhadap pembentukan negara-negara di area kawasan ini. realitas geopolitik pada kawasan kita?

Visi saya mengenai keamanan jarak jauh lebih tinggi luas kemudian ambisius dibandingkan pembangunan ekonomi pada angkatan bersenjata dan juga pasukan keamanan. Saya percaya bahwa jalan kita menuju Indonesia yang mana benar-benar aman dan juga kuat adalah melalui penyelenggaraan negara kita lalu kesejahteraan rakyat kita dan juga kekuatan penduduk kita.

Saya yakin orang-orang dapat membedakan antara wadah saya dan juga wadah pesaing saya pada hal ini. Itulah sebabnya setiap jajak pendapat menunjukkan dukungan rakyat terhadap pasangan kita semakin meningkat dari minggu ke minggu seiring dengan semakin dekatnya pemilu.

Masyarakat Indonesia tahu bahwa saya adalah orang yang digunakan menepati janji. Mereka tahu bahwa saya melakukan apa yang dimaksud saya katakan sebab mereka itu mempunyai kesempatan untuk mengamati hal itu pada pekerjaan saya sebagai menteri pertahanan. Mereka tahu bahwa saya akan berjuang mati-matian untuk menerapkan setiap usulan kebijakan serta setiap inisiatif di jaringan ini yang mana akan memproduksi merek lebih tinggi aman, memberikan mereka itu lebih lanjut berbagai kesehatan, pendidikan, serta pekerjaan, dan juga menjamin masa depan yang mana tambahan baik bagi merek serta anak-anak mereka. . Itu sebabnya mereka akan memilih saya.

Newsweek: Pemilu di dalam Indonesia terjadi pada pada waktu semakin sejumlah negara di dalam belahan bumi selatan yang dimaksud berupaya untuk menyuarakan pendapat mereka itu dan juga menegaskan diri mereka itu pada dunia yang digunakan semakin multi-kutub. Menurut Anda, bisakah dan juga haruskah Indonesia memainkan peran yang dimaksud lebih tinggi besar di urusan internasional?

Prabowo: Indonesia, seperti yang digunakan Anda kemungkinan besar tahu, adalah salah satu pendiri Inisiatif Non-Blok pada tahun 1961. Jadi, melakukan advokasi yang tersebut berpihak pada negara-negara Selatan kemudian negara-negara berkembang, menyokong sistem dunia yang tiada berpihak pada negara-negara forward di dalam Utara. dengan mengorbankan negara-negara Selatan, hal ini telah menjadi DNA kebijakan luar negeri kita.

Kami selalu bergerak di hal ini, namun yang digunakan berubah adalah seiring dengan berkembangnya Indonesia, seiring dengan berkembangnya perekonomian, kekuatan, kemudian pentingnya Indonesia, maka perannya pada urusan internasional juga semakin meluas serta menjadi lebih tinggi penting. Misalnya, pada tahun 2023 kami mengawasi ASEAN, kemudian pada tahun 2022 kami mengatur Grup 20, di tempat mana kami bekerja keras untuk mengadvokasi Global South.

Wajar belaka apabila Indonesia mengalami perkembangan dan juga bertumbuh, ia harus memikul tanggung jawab baru yang timbul seiring dengan posisinya sebagai negara emerging power. Kita mempunyai tanggung jawab terhadap kawasan kita, terhadap dunia, namun yang lebih banyak penting adalah jikalau kita berhadapan dengan negara-negara Selatan yang tersebut membutuhkan pemimpinnya akibat seperti yang mana kita ketahui, dalam dunia ketika ini, negara-negara Selatan rutin kali hanya sekali berperan sebagai penonton saja. insiden juga kebijakan yang dimaksud mempengaruhinya, namun tak dapat dipengaruhinya.

Sebagai presiden, saya akan bekerja keras untuk mengkonsolidasikan peran Indonesia sebagai pelopor Global South. Salah satu bidang utama yang mana akan saya fokuskan adalah reformasi Dewan Security PBB. Namun, sebagai presiden, saya juga akan bekerja keras untuk memperluas peran Indonesia sebagai mediator antara Utara kemudian Selatan. Seperti yang Anda ketahui, salah satu prinsip kebijakan luar negeri kita adalah pembaharuan di tempat dunia melalui ketekunan, kerja sejenis serta dialog dan juga saya bermaksud untuk melanjutkan tradisi ini.

Newsweek: Pada Dialog Shangri-La di dalam Singapura pada bulan Juni, Anda mengumumkan rencana perdamaian pada konflik Rusia-Ukraina yang dimaksud sedang berlangsung, meskipun rencana yang dimaksud mendapat kritik dari Kyiv kemudian beberapa pejabat Barat. Ketika konflik hampir menemui jalan buntu, dapatkah Anda menguraikan apa hanya yang dimaksud tercakup pada kerangka kerja ini, bagaimana kerangka ini dapat diberlakukan juga mengapa Anda yakin kerangka ini akan menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara lalu penderitaan sejumlah negara di tempat seluruh dunia. negara-negara Selatan merasakan dampak segera dari konflik tersebut?

Prabowo: Perang pada Ukraina, kelumpuhan Dewan Keamanan, fakta bahwa negara-negara Selatan menderita secara tidak ada proporsional akibat pertempuran ini meskipun tidak ada ada hubungannya dengan peperangan ini, serta serupa sekali tiada dapat mengubah apa yang mana sedang terjadi, hal-hal ini merupakan argumen-argumen yang digunakan menegaskan perlunya inovasi di dalam dunia, perlunya negara-negara seperti Indonesia, serta negara-negara Selatan lainnya untuk memainkan peran yang lebih besar tegas pada membentuk peristiwa-peristiwa geopolitik.

Ketika saya berbicara tentang perlunya gencatan senjata di area negara Ukraina di Dialog Shangri-La, saya melakukannya akibat sebagian alasan. Saya melakukan hal ini dikarenakan saya ingin menyuarakan keprihatinan kemudian penderitaan negara-negara berkembang. Saya melakukan hal ini lantaran saya ingin memperjelas bahwa kita juga, negara-negara seperti Indonesia, bukan dapat diabaikan di diskusi-diskusi yang tersebut berdampak pada masyarakat, perekonomian, serta masa depan mereka.

Namun saya juga melakukan hal ini karena, sebagai pribadi militer yang mana telah lama mengamati pertempuran lalu mengetahui tragedi peperangan dari pengalaman pribadi, saya dapat meninjau bahwa tidak ada ada solusi militer yang mana terlihat di konflik ini. Kebuntuan dalam lapangan sejauh ini membuktikan bahwa saya benar. Tidak ada solusi militer yang digunakan terlihat jikalau tiada ada sejumlah nyawa yang tersebut hilang, tambahan sejumlah penderitaan di tempat tanah Ukraina kemudian di area negara-negara Selatan.

Saya percaya kemudian masih yakin bahwa semua tergantung pada pihak-pihak yang mana berkonflik untuk menemukan solusi melalui negosiasi. Bentuk perdamaian apa yang digunakan akan dihasilkan tergantung pada pihak-pihak yang digunakan bersengketa. Itu bukanlah terserah saya. Namun untuk menemukan solusi, pertama-tama mereka itu harus berhenti saling membunuh kemudian duduk lalu berbicara. Mereka harus duduk lalu berbicara demi kepentingan merekan sendiri kemudian demi kepentingan seluruh dunia.

Newsweek: Sejak Anda mendeklarasikan pencalonan Anda, konflik besar-besaran lainnya telah terjadi mengguncang komunitas internasional serta itu adalah konflik yang digunakan sedang berlangsung dalam Jalur Gaza. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di area dunia, bagaimana Indonesia memandang konflik yang sangat terpolarisasi ini, peran para pejuang lalu pendukungnya, dan juga publik internasional lainnya?

Prabowo: Apa yang tersebut terjadi dalam Kawasan Gaza adalah tragedi yang tersebut harus dihentikan! Lebih dari 20.000 orang tewas, sebagian besar dari merekan adalah warga sipil tak berdosa, perempuan serta anak-anak. Seluruh Jalur Wilayah Gaza telah dilakukan dibom dan juga bukan dapat dihuni lagi. Merupakan ilusi yang berbahaya jikalau kita berpikir bahwa pertempuran ini akan mengubah segalanya bagi Israel. Melalui pembunuhan dan juga penghancurannya, dia hanya sekali menanamkan benih kebencian bagi seluruh generasi warga Palestina. Kita tahu dari sejarah bahwa selama pendudukan terus berlanjut, selama tiada ada Palestina Merdeka, maka tiada akan ada perdamaian. Karena akar penyulut konflik adalah pendudukan tanah Palestina oleh Israel, sehingga apabila ingin damai hal ini harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang dimaksud telah dilakukan disepakati oleh PBB.

Di bawah kepemimpinan saya, Indonesia akan terus memperkuat Palestina. Kami akan terus menyokong hal ini dalam PBB, sebagai anggota OKI, di area setiap forum dan juga segala cara yang dimaksud kami bisa, hingga konflik yang disebutkan terselesaikan untuk selamanya.

Newsweek: Ketegangan yang dimaksud semakin meningkat di tempat wilayah Asia-Pasifik dengan Indonesia juga telah dilakukan menjadi fokus perhatian global serta hambatan keamanan. Seberapa pentingkah Anda menjaga hubungan negara Anda dengan Amerika Serikat kemudian Tiongkok dan juga para pemimpinnya masing-masing? Apakah Anda akan mempertimbangkan untuk meningkatkan hubungan satu serupa lain dengan mengorbankan pihak lain lalu apakah ada risiko Indonesia, anggota inti Pergerakan Non-Blok, terjebak pada persaingan yang mana semakin ketat di dalam antara mereka?

Prabowo: Tentu semata saya prihatin. Seluruh dunia prihatin oleh sebab itu ketika terjadi ketegangan antara dua negara besar seperti Amerika Serikat juga Tiongkok, dampaknya akan terasa di dalam mana-mana. Namun kawasan kita punya lebih lanjut berbagai alasan untuk khawatir lantaran kawasan Asia-Pasifik terkena dampak dengan segera dari ketegangan ini. Hal ini berdampak pada negara-negara tetangga kita. Hal ini berisiko memperburuk keamanan serta stabilitas kawasan kemudian berdampak buruk terhadap perekonomian juga pengerjaan kita. Saya berharap dapat ditemukan jalan mengundurkan diri dari dari ketegangan ini melalui dialog kemudian kerja sama.

Amerika Serikat serta Tiongkok adalah mitra yang mana sangat penting bagi kami. Kami miliki hubungan baik dengan keduanya. Amerika adalah negara yang mana telah lama menjalin hubungan baik dengan kita selama beberapa dekade. Mereka adalah salah satu mitra terpenting kami di dalam berbagai sektor. Tiongkok juga merupakan mitra yang sangat penting, khususnya mitra ekonomi, serta negara yang mana sangat berpengaruh di dalam kawasan kita. Saya akan berupaya mempertahankan kemitraan penting ini.

Namun yang mana tidaklah akan saya lakukan sebagai presiden adalah menyelaraskan Indonesia dengan salah satu hal tersebut. Indonesia terlalu besar untuk sanggup disejajarkan dengan negara lain. Indonesia belaka dapat selaras demi kepentingan terbaik Indonesia!

Jadi, ketika saya berupaya untuk meningkatkan pembangunan kita, perekonomian kita, kesejahteraan rakyat kita, ketika saya berupaya untuk meningkatkan keamanan kita, memodernisasi kemampuan pertahanan kita sehingga kita dapat menjamin setiap inci wilayah kita, kita tidaklah akan menjadi bagian dari aliansi atau blok mana pun pada ketegangan ini atau lainnya. Saya percaya pada kebijaksanaan para filsuf kuno yang mengajarkan kita bahwa 1.000 teman itu terlalu sedikit, serta satu musuh berarti terlalu banyak. Ini adalah akan menjadi prinsip panduan saya baik pada urusan domestik maupun internasional.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button