Otomotif

Jelang Pemilu, Penggunawan Sepeda Motor Waspadai APK

Quantavillage.com – Pemandangan apakah yang tersebut sementara menjadi “khas” pada waktu berkendaraan dalam mana pun, mulai kota besar, kota kecil, bahkan tempat wisata, ladang, juga kebun? Jajaran bendera partai, poster calon legislatif, sampai baliho yang mana seluruhnya disebut sebagai Alat Peraga Kampanye atau APK.

Dalam situasi tanpa hujan juga angin, mungkin saja tidak ada berpotensi bahaya. Akan tetapi pada susunan rapat, di dalam sebuah tempat dengan ketinggian tertentu, pada waktu diembus udara yang mengalir cepat, dapat jadi terjadi ketegangan antara APK.

Ujungnya berisiko mobil atau kendaraan beroda dua motor tertimpa APK. Meski sama-sama berpotensi, keseimbangan roda dua juga tempat serba terbuka–beda dengan mobil yang memiliki bodi tertutup, didukung panel pintu sampai bagasi–membuatnya rentan memberikan dampak tambahan besar terhadap pengendaranya.

Sejumlah alat peraga kampanye (APK) yang dipaku dalam pohon dilabeli oleh sekelompok orang dengan cat pilok dalam Jalan Yos Sudarso, DKI Jakarta Utara, Hari Sabtu (13/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Jalan Yos Sudarso, Ibukota Indonesia Utara, Hari Sabtu (13/1/2024) yang tersebut dipaku ke pohon. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

Berdasarkan laman resmi Humas Polri, Kampanye Pemilihan Umum Presiden lalu Wakil Presiden, dan juga Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi kemudian DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024 atau selama 75 hari.

Dengan keterangan ini, artinya pemandangan khas APK tadi akan datang ada hingga mendekati paruh bulan depan, Dan risiko sejenis bagi pengguna kendaraan bermotor khususnya roda dua. Yaitu mesti waspada tertimpa APK.

Dikutip dari kantor berita Antara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta Barat (Jakbar) menjamin tanggung jawab partai kebijakan pemerintah (parpol) apabila ada korban tertimpa APK.

Pernyataan ini sekaligus menjawab sebuah kejadian dalam mana pengguna sepeda gowes motor bernama Agus Riyanto tertimpa baliho PSI di tempat Jalan Auto Ringroad No.18 RT 004/001 Kembangan Utara, Kembangan, DKI Jakarta Barat pada Selasa (26/12/2023).

“Kami bukan menginginkan adanya musibah, namun bila terjadi, sesuai dengan prosedur yang tersebut ada, ketika ada laporan terkait musibah menimpa atau mengganggu keselamatan orang lain, kami jalankan sesuai dengan prosedur yang digunakan ada,” jelas Abdul Roup, Koordinator Divisi Pencegahan kemudian Pengawasan Humas juga Hubungan antara Lembaga Bawaslu Jakbar.

Proses penanganannya, Divisi Pencegahan dan juga Pengawasan Humas kemudian Hubungan antara Lembaga Bawaslu Jakbar akan memanggil pimpinan partai urusan politik dan juga calon legislatif bersangkutan untuk bertanggungjawab terhadap kerugian yang tersebut dialami korban.

“Kalau memunculkan korban atau luka untuk orang lain, diurus dari sisi perawatan kesehatannya atau kesembuhan dari orang yang tersebut terkena musibah. Jadi pimpinan parpol itu harus bertanggungjawab,” tandas Abdul Roup.

Selain itu, pihaknya akan mendesak parpol bersangkutan untuk melakukan evaluasi terhadap pemasangan APK.

“Kalau ada yang tersebut telah roboh juga harus dibereskan, agar terlihat dari sisi keindahan, juga tidak ada semrawut kemudian dari segi keselamatan tak mengganggu keselamatan orang lain,” kata beliau lagi.

Ditambahkannya Bawaslu Jakbar juga siap memfasilitasi mediasi antara parpol dengan korban jikalau memang sebenarnya dibutuhkan.

“Bila ada kejadian tertimpa APK lagi, Kami memediasi antara pihak parpol dengan korban atau pihak yang mana menjadi korban,” kata Abdul Roup.

Tanggung jawab juga aturan ini diharapkan berlangsung secara merata di dalam mana pun, pengguna sepeda gowes motor juga diimbau selalu berhati-hati kemudian waspada pada waktu mengendarai motor dalam kawasan padat APK.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button