Lifestyle

Viral Sekelompok Warga Tandai Poster Caleg pada Pohon, Pemasangan APK di tempat Ruang Publik Memang Bikin Gelisah!

Quantavillage.com – Belakangan ini sedang sibuk video yang tersebut menunjukkan sekelompok orang menandai poster caleg yang mana dipasang di dalam pohon sebagai ‘Tersangka Penusuk Pohon’ ramai di area media sosial. Pemasangan poster kampanye dari beberapa caleg tampak terkesan ugal-ugalan lantaran diadakan pada pohon.

Pada cuplikan video itu tampak poster-poster caleg yang digunakan dipasang pada batang pohon dengan cara dipaku. Sekelompok orang itu kemudian terlihat menyebabkan kertas bertuliskan ‘Tersangka Penusukan Pohon’.

Mereka kemudian menyemprotkan pilox dan juga cetakan kertas berkalimat, aksi warga menandai poster para caleg dengan tulisan ‘Tersangka Penusukan Pohon’. Mereka juga menandai beberapa jumlah poster caleg di dalam kawasan tersebut. Pemasangan poster seperti itu tiada mengindahkan peraturan serta mengganggu kenyamanan penduduk sekitarnya.

Cuplikan video itu, diunggah melalui akun TikTok @aelah.id. Lantas apakah pemasangan baliho di tempat pohon termasuk pelanggaran hukum? Berikut ulasannya.

Pemasangan Baliho pada Pohon Termasuk Pelanggaran Hukum

Perlu diketahui, kalau pemasangan baliho/poster caleg ini termasuk di tindakan pelanggaran hukum.

Hal itu pun sudah ada diatur di Pasal 70 ayat (1) PKPU 15 Tahun 2023 tentang Kampanye. Dalam aturan yang disebutkan dijelaskan sebagai berikut.

Bahan Kampanye pemilihan raya sebagaimana dimaksud pada Pasal 33 yang digunakan dapat ditempel dilarang ditempelkan dalam tempat umum sebagai berikut.

a. tempat ibadah;

b. rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan;

c. tempat pendidikan, meliputi gedung dan/atau halaman sekolah dan/atau perguruan tinggi;

d. gedung atau infrastruktur milik pemerintah;

e. jalan-jalan protokol;

f. jalan bebas hambatan;

g. sarana kemudian prasarana publik; lalu atau

h. taman dan juga pepohonan.

Pemasangan APK Tidak Pada Tempatnya Bikin Gelisah

Tak dapat dipungkiri, jelas kontestasi kebijakan pemerintah menjadi kesempatan mengamati pemandangan bendera partai hingga baliho terpasang di dalam sepanjang ruang yang mana ada di area kota.

Hal ini menyebabkan kegelisahan ketika, APK dipasang tidak ada pada tempatnya. Pemasangan APK terdiri dari baliho/spanduk/bendera dalam ruang rakyat ini seringkali meresahkan masyarakat.

Mulai dari mencelakai pengguna jalan, merusak pohon lalu fasilitasnya, hingga menjadi tumpukan sampah yang tidaklah dipertanggungjawabkan pengelolaannya.

Namun, lagi-lagi dengan sanksi yang digunakan belum mengikat, pelanggaran pemasangan APK kerap lolos lalu membiarkan ruang umum menjadi riskan bagi masyarakat itu sendiri.

Mengingat kerap lolosnya APK di area titik-titik ruang masyarakat yang tersebut rawan, fenomena ini pun mengakibatkan pertanyaan terkait. Siapa sosok di tempat balik pemasangan APK tersebut? Bagaimana sosok ini dapat lolos dari perizinan pemasangan APK di area titik ruang masyarakat yang digunakan rawan bagi rakyat itu sendiri?

(Sumber:Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button