Nasional

BKSAP DPR Beri Usulan Konkret ke Parlemen OKI juga Parlemen Asia untuk Selamatkan Palestina

Quantavillage.com – TEHERAN – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR , Fadli Zon menjadi pemimpin Delegasi DPR RI ke Sidang Darurat ke-5 Parlemen OKI (Organisasi Pertemuan Islam) atau PUIC (Parliamentary Union of OIC Countries) juga pertemuan perdana Komisi Khusus Palestina Parlemen Asia atau APA (Asian Parliamentary Assembly) di tempat Teheran, Iran pada 10-11 Januari 2024. Hadir para Ketua Parlemen Negara-negara OKI dan juga banyak delegasi Parlemen Negara-negara Asia.

Dalam konferensi maraton tersebut, Fadli Zon mengusulkan langkah-langkah konkret yang tersebut harus dijalankan Parlemen OKI serta Parlemen Asia di upaya mengupayakan perjuangan bangsa Palestina.

“Ini tidak pertemuan pertama, sementara situasi dalam Palestina terus memburuk. Tak boleh sekadar business as usual. Rakyat Palestina menanti langkah konkret kita,” ujar Fadli sembari menekankan kedaruratan implementasi gencatan senjata kemanusiaan juga akses bantuan kemanusiaan yang tersebut aman kemudian tanpa hambatan ke Jalur Wilayah Gaza dikutip, Hari Sabtu (13/1/2024).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Gerindra yang dimaksud menyampaikan situasi di area Palestina yang digunakan sangat mengerikan. Diungkapkan berdasarkan kumpulan data bahwa lebih besar dari 70% korban meninggal adalah anak-anak lalu perempuan, lebih tinggi dari 70% infrastruktur sipil di area Jalur Daerah Gaza hancur total, bayang-bayang ancaman kelaparan, lalu rata-rata jumlah total anak yang terbunuh setiap hari dalam Jalur Kawasan Gaza lebih lanjut dari 100.

“Data-data kekejaman negeri Israel luar biasa tak ada bandingan preseden kejahatannya di dalam abad ini. Kita tak punya cukup waktu untuk sekadar berdiskusi. Yang benar-benar dibutuhkan ketika ini adalah langkah-langkah konkret sebagai Parlemen,” desak kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Sementara langkah-langkah konkret yang disampaikan Ketua BKSAP Fadli Zon, antara lain Parlemen OKI memberikan dukungan penuh menghadapi permohonan Afrika Selatan di tempat Mahkamah Internasional, memacu Palestina menjadi anggota penuh PBB, menolak normalisasi dengan Israel, mengupayakan pergerakan isolasi tanah Israel dari interaksi antarnegara melalui kampanye BDS.

Selanjutnya, mengirimkan surat resmi ke Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk mendesak penangguhan keanggotaan Israel, menyampaikan kecaman keras berhadapan dengan standar ganda kemudian hipokrit beberapa negara Barat, mendesak reformasi PBB, lalu menetapkan negara Israel sebagai negara teroris juga rezim apartheid.

Adapun pada rapat perdana Komisi Palestina Parlemen Asia, Fadli yang juga Wakil Presiden Leagueof Parliamentarians for Al Quds, organisasi global pro Palestina yang digunakan berbasis pada Istanbul, menyampaikan urgensi penguatan Komisi serta langkah-langkah praktis yang tersebut harus segera dikerjakan.

“Pertemuan perdana Komisi Palestina Parlemen Asia ini harus fokus pada dua hal utama. Pertama, penting untuk menjadikan komisi ini kuat lalu bermanfaat bagi perjuangan bangsa Palestina. Kedua, penetapan program-program kerja yang digunakan nyata,” ungkap beliau pada waktu mengawali pidatonya.

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button