Kesehatan

Kasus Pertama, Flu Burung Sebabkan Kematian Beruang Kutub

Quantavillage.com – JAKARTA – Untuk pertama kali flu burung telah lama membunuh beruang kutub di dalam Utqiagvik, Alaska. Mamalia malang itu ditemukan tertutup dikarenakan terkena dampak paling parah akibat wabah yang ketika ini melanda negara bagian Amerika Serikat tersebut.

Beruang kutub menjadi spesies baru yang tersebut berakhir dikarenakan flu burung setelahnya sebelumnya menjangkiti lumba-lumba, anjing laut, rubah, lalu berang-berang di area Inggris. Temuan ini menandai bahwa bahaya flu burung rupanya semakin meluas.

Sebagai informasi, virus flu burung atau dikenal dengan H5N1 selain menjangkit unggas, juga dapat menginfeksi manusia. Biasanya manusia yang terjangkit adalah mereka itu yang mana bekerja di area bidang peternakan unggas.


“Ini adalah persoalan hukum beruang kutub pertama yang digunakan dilaporkan pada mana pun,” kata Dr Bob Gerlach, dokter hewan dalam negara bagian Alaska, sebagaimana disitir dari laman Metro, Selasa (9/1/2024).

Beruang adalah hewan pertama yang dimaksud terdaftar pada Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act) Amerika Serikat yang tersebut meninggal akibat penyakit tersebut. Beruang kutub, juga dikenal sebagai ursus maritimus, juga digolongkan rentan terhadap kepunahan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

Hewan-hewan ini sangat berisiko terkena pembaharuan iklim, sebab pemanasan Arktik berarti berkurangnya es laut, yang mana mereka andalkan untuk berburu juga membesarkan anak.

Hewan yang dimaksud juga memainkan peran penting sebagai predator utama di dalam wilayah itu, menjaga rantai makanan masih sehat dengan memakan predator lain seperti anjing laut yang mana jikalau dibiarkan akan berdampak besar pada jumlah agregat ikan.

Namun, dengan berkurangnya es laut, beruang kutub juga beralih ke sumber makanan lain, dan juga juga diketahui suka mengais. Tampaknya itulah yang tersebut terjadi di dalam sini. Beruang yang mana terinfeksi sebelumnya memakan bangkai burung yang dimaksud terjangkit virus H5N1.

“Jika seekor burung terhenti akibat hal ini, apalagi jikalau dipelihara dalam lingkungan yang digunakan dingin, virus dapat bertahan untuk sementara waktu di area lingkungan tersebut,” ungkap Dr Gerlach.

Pada wabah-wabah sebelumnya, virus ini sebagian besar menyerang unggas peliharaan, pada mana unggas liar membantu menyebarkan penyakit ini. Sekarang virus telah lama menyebar ke hewan lain.

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button