Nasional

Komnas HAM Segera Surati Kodam Diponegoro Minta Keterangan Kasus Penganiayaan Relawan Ganjar

Quantavillage.com – JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Orang (Komnas HAM) akan segera mengirimkan surat resmi ke Kodam IV/Diponegoro untuk menindaklanjuti pemantauan terhadap dugaan pelanggaran HAM yang mana dilaksanakan anggota Yonif 408 Boyolali. Hal itu terkait perkara penganiayaan terhadap Relawan Ganjar-Mahfud .

Keterangan ini diperlukan sebab Komnas HAM baru mendapatkan keterangan dari ketujuh korban penganiayaan. Hingga ketika ini pun pihaknya belum berhasil mendapatkan keterangan dari pihak TNI.

Baca juga: Kesaksian Relawan Ganjar Korban Kekerasan Oknum TNI: Tak Geber Knalpot Tapi Langsung Dihajar

“Kami belum berhasil bertemu salah satu pihak yang di hal ini Kodam (Diponegoro). Dalam waktu dekat berencana memproduksi surat secara resmi untuk memohonkan informasi yang mana dibutuhkan,” ujar Komisioner Tim pemilihan raya Komnas HAM Saurlin P Siagian, Mulai Pekan (8/1/2024).

Sejauh ini, lanjut Saurlin, pihaknya baru berhasil mewawancarai ketujuh korban. Dari wawancara yang dimaksud didapatkan, Komnas HAM mendapati bahwa korban menerima penganiayaan dengan cara pemukulan tangan kosong, pemukulan dengan batu, penendangan, penyeretan, juga pemitingan.

“Seluruh korban kami berhasil temui, kami wawancara serta kroscek informasi dari satu orang satu dengan orang lain serta mendapatkan pola-pola yang mana sama,” tuturnya.

Korban juga disebut mendapati luka yang mana bervariasi. Selain luka, korban juga mendapati pengrusakan pada sepeda gowes motor yang mana dimiliki.

“Dampak kekerasan yang tersebut dialami korban antara lain kepala bengkak, bibir pecah, hidung berdarah, mata leban kemudian pendarahan, rahang dan juga mulut bengkak, gigi tanggal, luka gores di dalam tangan dan juga kaki lalu nyeri pada pinggang,” terangnya.

Dalam kesempatan yang mana sama, Komisioner Tim pemilihan Komnas Ham Anis Hidayah mengumumkan temuan Komnas HAM ini akan dianalisis lebih lanjut lanjut. Selanjutnya, Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait.

“Hasil temuan sementara fakta-fakta dari lapangan ini kita akan lakukan analisis lebih lanjut mendalam baru kemudian kita akan menyusun rekomendasi. Untuk berapa lama (rekomendasi keluar) kita berharap secepatnya mudahan-mudahan tiada lama,” ucap Anis.

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button