Ekonomi

Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat The Most Trusted Company

Quantavillage.com – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali berhasil mempertahankan predikat The Most Trusted Company, sebagai predikat tertinggi pada kompetisi Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2023, yang dimaksud dilakukan SWA Dunia Pers Group bekerjasama dengan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).

Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen Pupuk Kaltim menjaga keberlanjutan dan juga memaksimalkan nilai perusahaan, melalui penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

SVP Sekretaris Korporasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono, mengungkapkan tahun ini Pupuk Kaltim meraih skor 88,97 sebagai perusahaan sangat terpercaya pada penerapan GCG, sekaligus menjadi yang mana tertinggi dari seluruh anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup.

Capaian ini pun menunjukkan indeks kinerja hingga tata kelola perusahaan yang tersebut sehat kemudian akuntabel dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun, dengan berbagai peningkatan lalu perbaikan secara signifikan.

Kata Teguh, penerapan GCG menjadi perhatian utama Pupuk Kaltim di membantu strategi keberlanjutan, sekaligus menghadapi tantangan melalui beberapa inisiasi di merancang ketangkasan perusahaan.

Langkah ini pun didukung komitmen mulai dari top management hingga seluruh karyawan, dengan menempatkan GCG sebagai salah satu strategi perkembangan perusahaan.

“Implementasi GCG menjadi kunci Pupuk Kaltim menjaga keberlanjutan serta ketahanan perusahaan, utamanya pada menghadapi berbagai tantangan bidang yang digunakan terus bergerak dinamis,” ujar Teguh, ditulis Rabu (3/1/2024).

Dijelaskan Teguh, Pupuk Kaltim sejak 2018 terus mengukur implementasi tata kelola perusahaan sesuai prinsip GCG dengan evaluasi juga asesmen berdasarkan CGPI, sebagai tindaklanjut perbaikan guna peningkatan strategi juga kebijakan tata kelola perusahaan secara optimal.

Selain itu Pupuk Kaltim juga mengawal strategi lalu kebijakan yang dimaksud dijalankan, agar tetap saja berada pada koridor GCG sebagai kesatuan sistem yang dimaksud kuat di menyokong optimalisasi kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Penegasan implementasi GCG pun dilihat dari hasil asesmen setiap tahun yang tersebut terus mengalami kenaikan, berdasarkan perspektif keberlanjutan yang digunakan terdiri dari lingkup kepatuhan (compliance), lingkup kesesuaian (conformance) kemudian lingkup kinerja (performance).

“Pupuk Kaltim terus berupaya melaksanakan pembaharuan pada model lalu proses bisnis, hingga sosial lingkungan yang digunakan sejalan dengan prinsip GCG. Perubahan tata kelola perusahaan juga ditinjau dari berbagai aspek seperti teknologi, produk, pasar, manajemen sistem, kepatuhan laporan keuangan, SDM juga faktor input lain di menguatkan strategi kegiatan bisnis Perusahaan,” terang Teguh.

Dari hal tersebut, Pupuk Kaltim hingga pada masa kini terus mampu meningkatkan kinerja yang dimaksud tiada belaka dilihat berdasarkan sistem manajemen kemudian revenue, tapi juga dari sisi kepuasan pelanggan, employee engagement hingga peningkatan realisasi Tanggung Jawab Sosial dan juga Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Hal ini pun sejalan dengan tema “Membangun Ketangkasan Korporasi di Kerangka GCG” pada CGPI tahun ini, dimana Pupuk Kaltim terus meningkatkan kekuatan struktur, proses dan juga hasil tata kelola pada membentuk karakter perusahaan yang digunakan kuat kemudian adaptif menghadapi tantangan sekaligus mengakselerasi peningkatan usaha.

“Optimalisasi tata kelola perusahaan yang sejalan dengan prinsip GCG menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan model industri Pupuk Kaltim, yang tersebut dijalankan perusahaan secara konsisten kemudian berkesinambungan,” tambah Teguh Ismartono.

Group Chief Editor SWA Industri Media Network Kemal E Ghani, menyatakan tema Indonesia GCG Award tahun ini sengaja diangkat mengawasi banyaknya tantangan dunia bidang usaha untuk menjadi lebih lanjut tangkas di menjalankan bisnis, sehingga berpotensi melangkahi GCG pada implementasinya pada lapangan.

Maka melalui turnamen ini perusahaan diharap dapat terus mampu menghadapi dinamika tantangan yang mana ada, dengan senantiasa menjalankan perusahaan secara bersih, etis, transparan lalu akuntabel.

“Bagi perusahaan yang mana berhasil meraih penghargaan tahun ini diharap dapat menjadi sumber inspirasi bagi perusahaan lainnya pada Indonesia, untuk masih mengedepankan GCG pada praktik usaha yang digunakan dijalankan,” ucap Kemal.

Sementara Chairman IICG Group Gendut Suprayitno, mengumumkan tahun ini ada 37 perusahaan yang mana berhasil meraih penghargaan Indonesia GCG Award 2023, berdasarkan survei tahunan melalui kuesioner self assessment lalu penilaian dokumen persyaratan hingga tahapan observasi.

Penghargaan ini sebagai upaya mengupayakan terciptanya perilaku kegiatan bisnis yang sehat di area Indonesia, dan juga sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menyokong perusahaan di dalam Indonesia agar menjalankan bisnisnya dengan prinsip GCG yaitu bersih, transparan, beretika kemudian akuntabel,” kata Gendut Suprayitno.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button